Setiap pagi, jutaan orang bangun dengan tujuan yang sama: bekerja. Namun, di balik rutinitas itu, tak sedikit yang menyimpan kelelahan, kebimbangan, bahkan kehilangan makna. Buku Bekerja dengan Bahagia hadir sebagai teman seperjalanan—bagi mereka yang ingin memaknai kembali arti bekerja dalam hidupnya. Bahagia dalam bekerja bukan sekadar soal gaji besar atau jabatan tinggi. Ia adalah tenta…
Merantau bukan sekadar perpindahan tempat tinggal. Ia adalah perjalanan untuk menemukan jati diri, mengembangkan potensi, serta belajar menghadapi kehidupan yang penuh ketidakpastian. Setiap cerita dalam buku ini mencerminkan betapa pentingnya ketangguhan, keikhlasan, dan kreativitas dalam menyikapi segala rintangan selama berada jauh dari tanah kelahiran. Kami tidak hanya membagikan suka da…
Hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ada kalanya kita terperosok dalam jurang ketidakpastian, menghadapi kehilangan, tekanan, atau kegagalan yang seolah menguji batas napas dan logika. Namun, justru di titik paling rapuh itu, kita sering menemukan kekuatan yang paling sejati. Buku ini tidak sekadar menghadirkan cerita tentang penderitaan, melainkan tentang keberartian: bagaimana luka …
Media sosial—apa pun namanya—hanyalah media ataupun alat. Apakah ia bisa memberi manfaat atau justru madarat, tentu sangat bergantung pada penggunanya. Meski awalnya teknologi tersebut diciptakan untuk mempermudah aktivitas kita, faktanya tidak sedikit orang yang terjebak pada sikap negatif. Seperti dengan sengaja berbagi berita bohong, menyebarkan fitnah, berkomentar dengan kata-kata kasar…
Buku ini lahir dari kesadaran yang sederhana, tetapi dalam, bahwa menua bukan tentang melemah, melainkan tentang bertumbuh dalam versi yang paling jujur dari diri kita sendiri. Menua dengan Bahagia bukan sekadar rangkaian kisah tentang rambut yang memutih atau langkah yang melambat, melainkan tentang hati yang lapang, jiwa yang tenang, dan pandangan hidup yang semakin jernih. Terdiri dari 17…
Satu hal yang paling menarik dari semua tulisan yang ada di buku ini, ialah kesepakatan penulis pada satu prinsip, yakni setiap orang harus bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Kita sangat memahami hal tersebut, meskipun kenyataannya kita selalu terombang-ambing dalam masalah yang tak ada habisnya. Itulah yang membuat kita terkadang berpikir untuk menyerah, dan sama sekali tidak melihat …
Awalnya, kebanyakan orang menulis karena hobi. Tulisan hanya diposting di blog atau disimpan di buku diary. Lalu, tulisan diterbitkan media atau penerbit. Dari media itulah penulis mendapatkan fee. Kemudian, honor menulis bisa mereka gunakan untuk membeli buku (referensi), untuk membayar biaya riset, travelling (observasi), ikut training pengembangan diri, atau untuk kuliah lagi. Karena i…
Kami memahami bahwa perasaan insecure bisa hadir dalam berbagai bentuk, dari perasaan tidak cukup pintar, tidak cukup menarik, hingga merasa tidak layak mendapatkan kesempatan besar dalam hidup. Dan mungkin, kamu yang sedang membaca ini pun pernah merasakan hal yang sama, merasa kecil di tengah dunia yang penuh tekanan dan ekspektasi. Di dalam buku ini, kamu akan menemukan berbagai cerita ya…
Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh tantangan ini, sering kali kita lupa tentang nilai-nilai sederhana dan luar biasa yang telah diajarkan oleh orang tua. Buku ini hadir untuk mengingatkan kembali, bahwa doa mereka adalah pelindung. Restu mereka adalah energi yang membimbing kita melewati masa-masa sulit. Kisah-kisah yang terkumpul dalam buku ini adalah hasil dari berbagai perspektif,…
Sebenarnya, terluka atau tidaknya batin kita merupakan sebuah pilihan. Ketika menghadapi sesuatu yang berpotensi menyakitkan, kita memilih terluka atau tidak? Sering kali perasaan kita kalah dengan masalah. Alhasil, sesuatu yang tampak sepele pun bisa melukai hati kita. Barangkali kita memang tampak lemah. Karenanya, ketika terlihat lemah, orang lain justru memanfaatkannya untuk menyukseskan…